lektur Hiburan, Seni & akal Budi, Terbaru & Lengkap

Film “Ada Surga di Rumahmu” menceritakan seorang pria bernama Ramadhan nun berpisah dengan kedua orang tuanya ketika harus mondok di pesantren. Namun kelakuan nakal itu berubah begitu sang ustaz memberikan warita sedih untuknya. Singkat kecek, lanjutan dari kisah ini tentunya bersifat percintaan Ramadhan yang akhirnya tumbuh dewasa. Akan tetapi, dia gak pernah putus asa di menabung demi naik haji.

”Aku hanya ingin permainan denganmu di kamar pada setiap malam, tapi jangan sampai kamu hamil. Jika keinginanku ini kau tolak, oleh karena itu kamu akan jadi perempuan yang durhaka, akan menyerap neraka, ” suaminya tetap berkata demikian setiap ia mengutarakan keinginannya untuk mempunyai anak.

Istilah menonton TV dalam penelitian ini sebenarnya bermakna luas, termasuk saat menyaksikan film atau serial daripada tablet, ponsel, dan pula laptop. Mulai dari mencerap, belajar bahasa baru, menyutradarai puzzle, meditasi, hingga menguji belajar skill baru. Di sisi lain, orang dengan tidak terlalu lama pendistribusian waktu untuk aktivitas ini, hanya mengalami penurunan kompetensi ingat verbal sekitar 4-5%. Tim peneliti dari English Longitudinal Study of Aging mengumpulkan data dari 3. 662 orang dewasa berusia 50 tahun terbang. Partisipan merekam berapa lama tersebut menonton TV setiap harinya. Begitulah siklus hidup nun ia jalani setiap tarikh; siang di ladang, silam di ranjang. Sedang suaminya hanya di rumah, menjarah, minum kopi, dan merokok seraya terus mencari dalil-dalil agama yang bisa merampas dia supaya takluk di kekangannya atas nama kesungguhan.

Hanya dia yang diterima oleh ayahnya daripada sekian lelaki yang visibel melamar. Kata ayahnya, perwira itu orang yang ahli ilmu agama, ia sosok menyelamatkan keluarga dari obor neraka. Saat itu, sedianya Duya masih kurang berpikir untuk berumah tangga, karena masih belia dan akan menikmati masa remajanya beserta belajar. Tapi, ayahnya tetap bersikeras untuk segera menikahkan dia dengan lelaki itu, ayahnya takut si lelaki itu mundur dan mengikat dengan gadis lain. Setelah suaminya bangun—meski masih tergelimpang dan matanya setengah terbuka—ia lalu mencium punggung tangan suaminya itu.

Upayakan mencari aksi yang membantu otak fokus di kala waktu turun. Tak hanya baik guna otak, ini juga siap menambah skill atau wawasan baru. Perilaku mengakses sebeng elektronik dalam beberapa tahun terakhir berkembang begitu ekspres.

Putranya memang ingin sehat tapi ia pun menanggung banyak masalah dari pernikahannya yang gagal, hingga membuatnya nyaris putus asa. Film ini dibintangi oleh Aty Cancer Zein, Reza Rahadian dan almarhum Didi Petet. Asal kamu tahu, film ini diangkat dari cerpen karangan Asma Nadia & masuk dalam enam nominasi di Festival Film Nusantara 2009. Akan jauh bertambah bermanfaat apabila aktivitas menonton maraton – apapun medianya – dialihkan untuk kegiatan lain.

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>